6 Fakta Menarik Andalan Tapteng Yang Wajib Dikunjungi

  • Bagikan

Britahu.info — Kabupaten Tapanuli Tengah yang biasa disebut “Tapteng” adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, dengan ibukotanya adalah Pandan yang lokasinya berbatasan dengan Kota Sibolga. terletak di pesisir Pantai Barat Pulau Sumatera dan wilayahnya sebagian besar berada di daratan Pulau Sumatera dan sebagian lainnya di pulau-pulau kecil yang mempunyai warna air laut bergradasi jadi bingkai panorama yang lumrah dijumpai di sini.

Berbagai suku bangsa mendiami Tapanuli Tengah, seperti Batak, Minang, Nias, Tionghoa, dan Jawa, membuatnya punya semboyan yang berbunyi “Sahata Saoloan (Seiya Sekata)” Seruan itu dapat ditemukan dengan mudah di beberapa sudut Kabupaten Tapanuli Tengah.

Selain yang telah disebutkan di atas, Tapanuli Tengah masih menyimpan sederet pesona lain untuk ditemukan. Berikut beberapa fakta di antaranya seperti dilansir dari berbagai sumber, Jumat, 28 Mei 2021.

1. Keresidenan Tapanuli 

Karesidenan Tapanuli atau Tapian Naoeli (bahasa Belanda: Tapanoeli Residentie) adalah wilayah administrasi karesidenan Hindia Belanda yang beribu kota di Sibolga. Luas Tapanuli Tengah, yakni sekitar 2.194,98 Km2 dan luas laut Kabupaten Tapanuli Tengah ± 4.000 km2, sebagian besar berada di Pulau Sumatera dan sebagian kecil merupakan pulau-pulau yang tersebar di Samudera Hindia. Secara administratif Kabupaten Tapanuli Tengah memiliki 20 Kecamatan, yang terdiri dari 159 Desa dan 56 Kelurahan

2. Barus, Kota Islam Pertama di Indonesia

PADA abad ke 7 Masehi, agama Islam telah ada di Barus, kota tua yang terletak di pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Barus menjadi pintu masuknya Islam di Indonesia, jauh lebih tua dari sejarah Wali Songo, penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14.
Literatur sejarah banyak menyebutkan bahwa agama Islam di Indonesia pertama kali hadir di Barus. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan makam tua di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, pada abad ke-7. Di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi atau 48 Hijriyah, menguatkan adanya komunitas Muslim pada masa itu.

Gapura Lama Kota Barus

3. Jembatan Hamzah Alfansuri

Pasca diresmikannya jembatan Hamzah Alfansuri yang membentang diatas sungai Sirahar Kecamatan Barus Tapanuli Tengah Sumatera Utara, oleh Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dipenghujung tahun 2019 lalu, jembatan termegah di Tapteng ini sangat berdampak positif bagi kunjungan wisatawan ke Kota Bertuah ini.

Selain objek wisata religi ,sejarah dan wisata pantai yang menjadi tujuan pengunjung, ternyata pengunjung juga sengaja mengunjungi dan melihat jembatan Hamzah Alfansuri sambil menikmati deras dan jernihnya sungai Sirahar yang mengalir dibawah jembatan, dari jembatan ini pengunjung dapat mengintip Sunset di pantai Barus.

Jembatan Hamzah Al-Fansuri
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *