Adik Hantam Kakaknya dengan Kayu hingga Tewas Karena Tak Terima Ibunya Dicekik

  • Bagikan
Pelaku menyerahkan diri ke polisi setelah tahu kakanya sudah tewas usai dihantam kayu (Foto: iNews)

Britahu.info — Perkelahian antara kakak-adik terjadi di Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, hingga berujung kematian. Kasus tersebut terjadi lantaran sang kakak, AN (34), menghampiri rumah ibunya di Dusun Pengaloan, Desa Paniaran, Kecamatan Siborong-borong, Taput, lalu tiba-tiba mencekik dan hendak menikamnya dengan gunting yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Melihat kejadian itu, sang adik berinisial SN, tidak terima dan mengusir kakaknya. Namun, saat si ibu berusaha kabur, AN terus mengejar dan ingin menikamnya.

SN, dengan cepat merebut gunting itu dan mengambil kayu dari samping rumahnya lalu memukul kepala korban sebanyak 6 kali.

Setelah tersangka melihat korban sudah tidak bernyawa, tersangka langsung menyerahkan diri ke Polsek Siborong-borong.

Dari keterangan saksi-saksi yang diperoleh oleh petugas, korban selama ini memang kerap berperilaku jahat kepada orangtuanya dan bahkan sudah berulang kali korban mengancam dan memarahi ibu kandungnya.

“Korban selama ini sering marah-marah ke orangtuanya,” ujar Kapolsek Siborong borong, AKP D. Silalahi, Minggu (14/3/2021).

Polisi lalu melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) dengan mengamankan barang bukti kayu serta pakaian yang berlumuran darah. Korban kemudian dibawa ke RSU Tarutung.

Sedangkan tersangka dikenakan Pasal 340 sub 338 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka SN dibawa ke tahanan Polsek Siborong borong.

Sumber Berita : Okezone

  • Bagikan