Melihat kecoa berkeliaran di dapur atau kamar mandi memang membuat tidak nyaman. Selain menjijikkan, kecoa juga bisa membawa kuman. Daripada langsung menggunakan pestisida kimia yang baunya menyengat, coba dulu cara alami yang lebih aman untuk anak dan hewan peliharaan di rumah.
Bahan alami yang tidak disukai kecoa
- Daun salam. Aroma daun salam tidak disukai kecoa. Letakkan beberapa lembar daun salam kering di sudut dapur, dalam lemari, atau dekat tempat sampah.
- Bubuk kopi bekas. Ampul kopi bekas bisa disebar di area yang sering dilalui kecoa. Aromanya yang kuat membuat kecoa enggan mendekat.
- Campuran boraks dan gula. Campur boraks dengan gula halus, lalu taburkan tipis di tempat yang jarang dijangkau anak-anak. Gula menarik kecoa, sementara boraks bekerja mengusirnya. Gunakan dengan hati-hati dan jauhkan dari jangkauan anak serta hewan peliharaan.
- Minyak esensial. Aroma peppermint atau lavender yang dicampur air bisa disemprotkan ke celah-celah dan sudut ruangan sebagai penghalau alami.
Kunci utama: hilangkan sumber makanannya
Cara alami apa pun tidak akan bertahan lama kalau rumah masih menyediakan makanan dan tempat berlindung bagi kecoa. Simpan makanan dalam wadah tertutup, jangan biarkan piring kotor menumpuk di wastafel, dan buang sampah secara rutin. Tutup juga celah-celah di dinding, saluran air, dan lubang pipa yang bisa menjadi jalan masuk kecoa.
Kebiasaan kecil yang mencegah kecoa datang
- Lap meja dapur dan kompor setelah memasak.
- Pastikan lantai tidak lembap, terutama di area wastafel.
- Periksa kardus dan belanjaan yang baru masuk ke rumah.
- Bersihkan bagian belakang lemari dan kulkas secara berkala.
Dengan menggabungkan penghalau alami dan kebersihan rutin, rumah bisa terbebas dari kecoa tanpa harus bergantung pada bahan kimia keras.