Bakhtiar Ambil Sikap Tegas: Jika Menyalahi Aturan, Kita Akan Cabut Izin PT.SGSR

  • Bagikan

TAPANULI TENGAH, Britahu.info: Menindaklanjuti adanya keresahan masyarakat pekebun dan peternak di Areal Perkebunan PT. Sinar Gunung Sawit Raya (PT SGSR), yang berlokasi di Kecamatan Sirandorung dan Kecamatan Manduamas, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul menggelar Rapat dengan pihak PT. SGSR dan pihak-pihak terkait lainnya di Ruang Rapat Cendrawasih pada Senin (21/12/2020).

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani berang mendengar keluhan masyarakat dari Kecamatan Sirandorung dan Kecamatan Manduamas bahwa PT. SGSR mewajibkan masyarakat menjual buah sawitnya ke perusahaan tersebut. Selain itu, pihak PT SGSR juga mewajibkan kutipan Rp. 30/kg dari hasil penjualan sawit masyarakat.

Hal ini awalnya terungkap saat Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah melakukan silaturahmi dengan para Tokoh Masyarakat di Kecamatan Sirandorung pada Kamis (17/12/2020) dan ditindaklanjuti dengan rapat pada Senin (21/12/2020).

Pada rapat itu, Timbul Gaja, salah seorang warga Kecamatan Sirandorung dihadapan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani mengungkapkan,

“Pihak perusahaan sudah mengeluarkan keputusan sepihak. Kami tidak boleh melintas dari lahan kebun sawit dan bila melewati areal kebun sawit kami diwajibkan menyetor Rp. 30/kg. Ini sudah terjadi lebih dari 10 tahun Pak Bupati, “ jelas Timbul Gaja.
“Kami juga Pak Bupati diwajibkan menjual hasil kebun sawit kami yang berada di sekitar PT. SGSR kepada pihak perusahaan,“ lanjut Timbul.

Menanggapi hal itu, Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani berang dan mengambil sikap tegas.

“Saudara dari PT. SGSR, anda mengutip retribusi sebesar Rp. 30/kg saat masyarakat saya melewati kebun anda membawa buah sawit milik mereka? Ini pungli. Saya tegaskan, tidak ada lagi pengutipan. Kalau ada kutipan itu namanya restribusi, harus ada izinnya. Apa dasar saudara melakukan kutipan? Mana legalitasnya,” tegas Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Terkait kewajiban menjual hasil kebun sawit warga ke PT. SGSR, Bupati Tapanuli Tengah juga dengan tegas mengatakan hal ini merupakan hak warganya kepada siapa mereka menjualnya.

“Kebun Sawit yang dikelola masyarakat adalah hak warga saya. Mereka yang tanam, mereka yang rawat bukan Anda (PT. SGSR). Tidak ada hak Anda mewajibkan masyarakat untuk menjual buah sawitnya kepada PT. SGSR,“ ujar Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

  • Bagikan