Panas! Nuklir Iran Diserang “Teroris”

  • Bagikan
Panas! Nuklir Iran Diserang "Teroris"



Jakarta, CNBC Indonesia – Iran menyebut fasilitas nuklirnya di Natanz diserang tindakan terorisme, Minggu (11/4/2021). Bahkan Iran mengancam akan mengambil tindakan balasan melawan pelaku.

Melansir AFP, hal ini menyusul pernyataan Iran beberapa jam sebelumnya soal “kecelakaan” di fasilitas sensitif tersebut. Pemadaman listrik sempat terjadi di sana karena insiden tersebut.

“Serangan itu dilakukan oleh penentang kemajuan industri dan politik negara,” kata Kepala Organisasi Energi Atom Iran (IAEO), Ali Akbar Salehi.

“Tujuannya untuk mencegah perkembangan industri nuklir yang berkembang.”

Juru Bicara IAEO Behrouz Kamalvandi menjelaskan insiden terjadi di sirkuit listrik bagian fasilitas pengayaan. Sejauh ini tak ada yang terluka.

Namun sayangnya tak ada detail tambahan soal itu. Apakah listrik hanya terputus atau ada kejadian lainnya.

Tapi media Iran sempat menyebut Kamalvandi mengalami kecelakaan saat mengunjungi situs itu. Di mana ia menderita patah kepala dan kaki.

Fasilitas nuklir Iran Natanz terletak di provinsi Isfahan. Ini adalah inti dari program pengayaan uranium Iran yang dipantau Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB.

Sementara itu, radio publik Israel Kan, mengutip sumber intelijen mengatakan agen mata-mata Isarel Mossad telah melakukan serangan siber ke Natanz. Media itu, sebagaimana ditulis Reuters, mengklaim kerusakan jauh lebih besar dari yang dilaporkan Iran.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di Juli 2020. Menurut Iran, itu juga merupakan sabotase dari penentang proyek nuklirnya.

Di 2010 virus komputer Stuxne sempat dilaporkan menyerang Natanz. Virus ini diyakini secara luas dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Iran memang mengatakan telah memulai sentrifugal pengayaan uranium canggih di fasilitas nuklir itu. Ini dianggap melanggar komitmen kesepakatan tahun 2015.

Teheran dan Washington kini berupaya kembali menghidupkan kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan sejumlah negara. Di 2018, AS yang dipimpin Donald Trump menarik diri dan menjatuhkan sejumlah sanksi ke Iran.

Israel menolak memberi komentar soal serangan tersebut. Departemen Luar Negeri AS juga belum memberi pernyataan.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)




Sumber CNBC Indonesia

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *