Wall Street Awali Pekan dengan Koreksi di Pembukaan

  • Bagikan
Wall Street Awali Pekan dengan Koreksi di Pembukaan

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka di zona merah pada perdagangan Senin (12/4/2021), setelah sepekan lalu indeks utama bursa Negeri Sam tersebut mencetak rekor tertinggi baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah nyaris 0,1% pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan 25 menit kemudian bertambah menjadi minus 71,8 poin (-0,21%) ke 33.728,82. S&P 500 turun 10 poin (-0,24%) ke 4.118,77 dan Nasdaq drop 98,8 poin (-0,71%) ke 13.801,41.

Saham siklikal justru tertekan, di mana maskapai United Airlines dan peritel Gap melemah 1%. United Airline melaporkan pendapatan kuartal I-2021 bakal tertekan 66% secara tahunan.

Saham Tesla lompat 1,5% ke US$ 687,01 di sesi awal pembukaan setelah Canaccord Genuity merekomendasikan beli saham emiten teknologi tersebut dan bahkan mendongkrak target harganya menjadi US$ 1.071/unit.

Sementara itu, saham Nuance Communications melesat 18% menyusul pemberitaan CNBC International yang menyebutkan bahwa Microsoft sedang bernegosiasi untuk mengakuisisi saham perusahaan pengenal suara tersebut.

Nilai akuisisi tersebut disebutkan mencapai US$16 miliar dan menjadi transaksi terbesar Microsoft kedua setelah akuisisi LinkedIn pada 2016 senilai US$ 26 miliar.

Terbaru pada Minggu kemarin, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa ekonomi AS berada di “poin pembalikan” dengan pertumbuhan dan kenaikan pembukaan lapangan kerja diprediksi melesat. Dia menilai inflasi 2% masih bisa diterima.

“Kami ingin melihat inflasi naik menuju 2% – dan itu berarti dalam basis yang berkelanjutan, dan bukan berarti kita akan menyentuh level itu hanya sekali,” tutur dia. “Dan kami juga ingin melihatnya sesuai dengan jalur untuk bergerak moderat melampaui 2% untuk beberapa waktu.”

Perencana Saham Evercore ISI Dennis DeBusschere menilai tekanan fiskal yang positif, penjualan rumah, tabungan masyarakat yang besar, dan The Fed membiarkan inflasi melampaui 2% menandai situasi ekonomi yang berubah.

“Data AS diperkirakan kuat pekan ini dan vaksinasi di AS meningkat. Suku bunga riil masih terlalu negatif dan kita mengarah pada pertumbuhan, mendukung kinerja saham yang baik meski dengan risiko yang membayang,” tuturnya sebagaimana dikutip CNBC International.

Dow Jones pada Jumat pekan lalu melesat nyaris 300 poin dan menyentuh 33.800,6. Indeks S&P 500 tumbuh 0,8% dan menjadi rekor penutupan tertingginya dalam 3 hari beruntun. Saham siklikal menguat menyusul berlanjutnya program vaksinasi. Saham Dow Jones dan S&P 500 pekan lalu menguat setidaknya 2%, sementara Nasdaq melesat 3,1%.

Musim rilis laporan keuangan kuartal I-2021 dimulai pada pekan ini dengan ekspektasi bahwa kinerja emiten AS masih bakal positif. Beberapa emiten kakap yang akan merilis keuangannya pekan ini di antaranya adalah Goldman Sachs dan JPMorgan Chase.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)


[ad_2]

Sumber CNBC Indonesia

  • Bagikan