UPDATE
/// Pengamanan Nataru 2025/2026: Ratusan Personel Gabungan Siaga di Cimahi dan Bandung Barat /// Tinju Indonesia Tutup SEA Games 2025 dengan 1 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu /// Ketersediaan Pangan Aman Jelang Nataru, Mentan: Kenaikan Harga Indikasikan Tata Niaga Bermasalah /// Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Terus Menguat /// Menhub Dudy Purwagandhi Resmikan Posko Pusat Angkutan Nataru 2025-2026

RDG Desember 2025, BI Direkomendasikan Tahan BI Rate

Tim Redaksi 17 December 2025 - 03:07 WIB
48x
Gambar Berita
Britahu.info - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merekomendasikan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Desember 2025. Hasil RDG BI pada pengujung tahun 2025 dijadwalkan diumumkan pada Rabu (17/12/2025) siang.

Rekomendasi tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor, salah satunya laju inflasi yang melambat menjadi 2,72 persen secara year on year (yoy) pada November 2025, turun dari 2,87 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Tingkat inflasi tersebut masih berada dalam kisaran target BI, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen, dan relatif lebih tinggi dibandingkan awal tahun. Moderasi inflasi pada November terutama didorong oleh berkurangnya tekanan harga pangan seiring upaya stabilisasi pasokan yang mampu mengimbangi kenaikan ringan harga yang diatur pemerintah.

“Periode libur akhir tahun yang akan datang dinilai berpotensi menambah tekanan inflasi pada akhir 2025,” tulis LPEM FEB UI dalam laporan Seri Analisis Makroekonomi RDG BI Desember 2025, Rabu (17/12/2025).

Dari sisi eksternal, kombinasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) oleh The Fed dan keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga kebijakan telah mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia. Investor asing mencatat arus masuk portofolio bersih sebesar 0,75 miliar dolar AS sejak pertengahan November, dipengaruhi pemangkasan suku bunga The Fed dan keputusan BI menahan suku bunga pada bulan sebelumnya.

Seiring perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah tercatat menguat sebesar 0,11 persen secara month to month (mtm) dalam 30 hari terakhir. “Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur terakhir tahun 2025, sembari tetap waspada dan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tulis LPEM FEB UI.



Sumber asli: ekonomi.republika.co.id

Bagikan Berita Ini:
Facebook WhatsApp