UPDATE
/// Pengamanan Nataru 2025/2026: Ratusan Personel Gabungan Siaga di Cimahi dan Bandung Barat /// Tinju Indonesia Tutup SEA Games 2025 dengan 1 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu /// Ketersediaan Pangan Aman Jelang Nataru, Mentan: Kenaikan Harga Indikasikan Tata Niaga Bermasalah /// Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Terus Menguat /// Menhub Dudy Purwagandhi Resmikan Posko Pusat Angkutan Nataru 2025-2026

Dukung Upaya Ekstensifikasi Sawit di Papua, Sultan: Harus Perhatikan Keseimbangan Ekologis

Tim Redaksi 17 December 2025 - 03:24 WIB
46x
Gambar Berita
Britahu.info - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan pihaknya mendukung upaya Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pengembangan perkebunan sawit di setiap daerah termasuk di wilayah Papua.

Menurutnya, secara natural sawit merupakan sumber daya ekonomi yang inklusif dan efektif meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) Dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami menghormati upaya Presiden menjadikan sawit sebagai instrumen mencapai visi swasembada energi dan pangan. Dengan sawit dan tebu, Indonesia memimpin agenda pengembangan energi baru terbarukan di era perubahan iklim," ujar Sultan melalui keterangan resminya, Rabu (17/12/2025).

Mantan wakil gubernur Bengkulu itu mengungkapkan, sawit bukan sekadar komoditas perkebunan yang bisa diusahakan oleh Petani, tapi menjadi soft power Indonesia dalam agenda diplomasi dagang Indonesia.

"Dulu Indonesia pernah dikenal sebagai pengekspor minyak bumi, tapi saat ini kita telah bertransformasi menjadi pengekspor minyak sawit (CPO) terbesar dunia. Sehingga sawit menjadi salah satu produk unggulan dan andalan Indonesia dalam rantai pasok global," tegasnya.

Meski demikian, penulis buku Green Democracy itu mengingatkan agar ekstensifikasi perkebunan sawit dan tebu memperhatikan daya dukung lingkungan. Jangan sampai konversi lahan menggeser ruang hidup masyarakat adat dan satwa endemik Papua.

"Ekstensifikasi perkebunan sawit sebaiknya dikembangkan oleh BUMN dan BUMD atau bahkan BUMdes dengan memperhatikan kesimbangan ekologis. Selain itu, penting juga agar melibatkan partisipasi masyarakat setempat dalam industri perkebunan kelapa sawit," tutupnya.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pengembangan energi berbasis sumber daya lokal di Papua. Mulai dari kelapa sawit, tebu, hingga singkong (cassava).

“Dan, nanti kita berharap di daerah Papua harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit. Juga, tebu menghasilkan etanol, singkong atau cassava juga untuk menghasilkan etanol,” ujar Prabowo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Selasa, 16 Desember 2025.



Sumber asli: news.republika.co.id

Bagikan Berita Ini:
Facebook WhatsApp